Senin, 22 Desember 2014

SDN 21 Taluak Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

Lubukbasung - Sekolah Dasar Negeri 21 Taluak Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam, Sumatera Barat menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Selengkapnya

Senin, 15 Desember 2014

Pemerhati Pendidikan: Kondisi Guru di Indonesia Tidak Baik

Jakarta - Pemerhati Pendidikan, Abduh Zen mengatakan, guru-guru di Indonesia sedang menghadapi permasalahan. Hal itu terkait dengan penghentian sementara Kurikulum 2013.

"Guru kita dalam masalah, dan sekarang kondisi guru di Indonesia tidak baik," ujar Zen dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu (13/12/2014).

Menurut Zen, di hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) dan Uji Kompetensi Guru (UKG) para guru di bawah rata-rata. Karena itu dia menyebut, kondisi ini memprihatinkan. "Coba Anda bayangkan akan sukar jika guru kita dalam kondisi seperti ini," lanjut Zen.

Guna mengubah kondisi ini, Zen mengimbau agar pemerintah melakukan pembaruan. Antara lain dengan memberikan pelatihan kepada para guru yakni pelatihan yang benar-benar efektif untuk menghadapi situasi-situasi tak terduga, seperti penghentian sementara Kurikulum 2013.

Zen mengungkapkan, masalah lain yang dihadapi para guru Indonesia yakni soal motivasi yang tidak benar-benar menyentuh ke dalam diri mereka.

"Motivasi tidak menyentuh aspek batin guru. Ini mesti disuntikan virus motivasi ke dalam guru-guru kita, sehingga mereka menyempurnakan profesinya," ujar Zen. (Sun)
Sumber: http://news.liputan6.com

Minggu, 14 Desember 2014

50 Sekolah Dasar di Kabupaten Agam Akan digabung

REPUBLIKA.CO.ID LUBUKBASUNG, SUMBAR -- Sebanyak 50 unit sekolah dasar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan digabung atau "regrouping" menjadi beberapa sekolah untuk efisiensi karena jumlah murid di sekolah itu sedikit.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Agam Marjunis Abjet di Lubukbasung, Sabtu (6/12), mengatakan ke 50 unit sekolah itu tersebar di sembilan dari 16 kecamatan di daerah itu.
"Regrouping berarti menyatukan beberapa sekolah menjadi satu sekolah, ini disebabkan jumlah murid di SD itu terlalu sedikit, paling banyak 59 orang saja," katanya.

Ia mengatakan, ke 50 unit sekolah itu adalah SDN 23 Tanjuang Balai Pauh Kecamatan Kamang Magek dengan jumlah murid 54 orang, SDN 20 Tarok Hilia Lamo Kecamatan Kamang Magek dengan jumlah murid 56 orang dan SDN 03 Pakan Sinayan Kecamatan Kamang Magek dengan jumlah murid 58 orang.

Lalu, SDN 15 Limo Hilia Kecamatan Palupuh dengan murid 50 orang, SDN 17 Sitingkai Kecamatan Palupuh dengan murid 50 orang, SDN 18 Anggek Palimbatan Kecamatan Palupuh dengan murid 58 orang, SDN 12 Pahambek Kecamatan Ampek Koto dengan murid 26 orang, SDN 22 Sungai Landia Kecamatan Ampek Koto dengan murid 40 orang.

Sementara itu, SD 15 Sutijo Kecamatan Ampek Koto dengan murid 58 orang, SDN 03 Limo Badang Kecamatan Malalak dengan murid 51 orang, SDN 05 Sungai Lansiangan Kecamatan Malalak dengan murid 54 orang, SDN 10 Sasai Kandang Kecamatan Malalak dengan murid 56 orang, SDN 11 Jalan Bantiang Kecamatan Malalak dengan murid sebanyak 57 orang.

Sementara SDN 20 Matua Kecamatan Matur dengan murid 27 orang, SDN 19 Andaleh Kecamatan Matur dengan murid 33 orang, SDN Sid Tangah Kecamatan Matur dengan murid 46 orang, SDN 22 Bukik Apiak Kecamatan Matur dengan murid 46 orang, SDN 03 TBNB Kecamatan Matur dengan murid 47 orang, SDN 12 Kuok Tigo Koto Kecamatan Matur dengan murid 52 orang.

SDN 08 Puncak Lawang Kecamatan Matur dengan murid sebanyak 59 orang, SDN 21 Saribulan Kecamatan Matur dengan murid 59 orang, SDN 22 Sipinang Kecamatan Palembayan dengan murid 10 orang, SDN 41 Baringin Kecamatan Palembayan dengan murid 20 orang.

SDN 06 Bamban Kecamatan Palupuh dengan murid 26 orang, SDN 04 Kecamatan Palembayan dengan murid 28 orang, SDN 11 Sipinang Kecamatan Palembayan dengan murid 33 orang, SDN 28 Tantaman Kecamatan Palembayan dengan murid 36 orang, SDN 14 Baringin Kecamatan Palembayan dengan murid 37 orang, SDN 23 Lubuk Gadang Kecamatan Palembayan dengan murid 38 orang.

SDN 24 Paraman Kecamatan Palembayan dengan murid 38 orang, SDN 34 Baringin Kecamatan Palembayan dengan murid 44 orang, SDN 10 Baringin dengan murid 50 orang, SDN 38 Piladang Kecamatan Palembayan dengan murid 52 orang, SDN 26 Kayu Pasak Kecamatan Palembayan dengan murid 55 orang.

SDN 37 Kampuang Jambu Kecamatan Tanjung Raya dengan murid 36 orang, SDN 21 Mungko Jalan Kecamatan Tanjung Raya dengan murid 45 orang, SDN 08 Ariki Kecamatan Tanjung Raya dengan murid 48 orang, SDN 30 Kukuban Kecamatan Tanjung Raya dengan Murid 56 orang.

SDN 15 Batu Nanggai Kecamatan Tanjung Raya dengan murid 57 orang, SDN 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya dengan murid 58 orang, SDN 36 Sawah Rang Silayang Kecamatan Tanjung Raya dengan murid 58 orang, SDN 26 Sangkia Kecamatan Lubukbasung dengan murid 50 orang, SDN 53 Siguhung Kecamatan Lubukbasung dengan murid 52 orang.

"Sekolah ini harus digabungkan dengan sekolah terdekat sehingga muridnya tidak terlalu jauh untuk ke sekolah," katanya.

Ia menambahkan kebijakan ini dilakukan untuk efektifitas dan memaksimalkan pelayanan pendidikan. Saat ini jumlah SDN di Kabupaten Agam sebanyak 447 unit.

Jumat, 12 Desember 2014

Berselang Sebulan SDN 21 Taluak Banuhampu Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Lubukbasung--- Sebelumnya SDN 21 Taluak Kecamatan Banuhampu mendapatkan juara III Tingkat Nasional Lomba Budaya Mutu Intrakurikuler SD "Kategori SD Negeri" yang diselenggarakan di Surabaya tgl 10-13 Nopember 2014 . 
      Berselang sebulan SDN 21 Taluak Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat kembali ukir prestasi yakni Juara I Tingkat Nasional dalam "Lomba Tata Kelola BOS jenjang SD" yang dilaksanakan di Jakarta dari tgl 9 s.d 12 Desember 2014. Penghargaan ini diserahkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud, Bapak Hamid Muhammad Phd kepada Riza Safriani, M. Pd (Kepala SDN 21 Taluak) hari ini di Jakarta.(11/12). Selamat Buk Riza terus buat Agam mengaum di tingkat Nasional.
Sumber: Uwan Arnel