Senin, 17 November 2014

PTK Menjadi "Idola" Tetapi Sering Ditolak

Bagi guru, menulis adalah bagian dari pengembangan profesi. Beragam karya tulis yang dapat dibuat. Misalnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK), diktat, modul, buku pelajaran, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan, tinjauan ilmiah, artikel ilmiah untuk jurnal, dan artikel ilmiah populer di media massa, dan Buku Pedoman Guru.
Dari beragam karya tulis tersebut di atas, yang menjadi “primadona” adalah PTK karena PTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. Manfaat dari PTK adalah disamping profesionalisme guru meningkat, juga berdampak terhadap peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Sudah banyak kegiatan guru yang membahas penyusunan PTK. Pada saat acara, peserta biasanya semangat untuk menyusun PTK tapi setelah itu semangatnya menurun disebabkan berbagai alasan.
Tidak Sekedar Penegakkan Kode Etik
Langkah pengurus PGRI menyosialisasikan penegakkan Kode Etik dalam kenaikan pangkat guru merupakan langkah yang bagus. Tapi menurut penulis, hal itu saja belum cukup untuk mendorong agar guru naik pangkat sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau bicara penegakkan kode etik, penulis yakin para guru sudah tahu tentang masalah tersebut. Dan pelanggaran terhadap kode etik, sanksinya juga kurang jelas.
Perlu langkah yang lebih konkrit. Langkah konkrit yang dimaksud adalah adanya pendampingan atau pembimbingan penyusunan KTI. Penulis yakin, di lingkungan PGRI cukup banyak guru yang memiliki kompetensi dalam penyusunan KTI. Bahkan ada yang sudah menjadi juara lomba karya tulis. Guru yang telah lulus pada kenaikan pangkat bisa membimbing rekannya untuk menyusun KTI. Disamping itu, PGRI secara kelembagaan atau guru secara berkelompok maupun individu bisa bermitra dengan Perguruan Tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), atau lembaga lain yang kredibel. menyusun KTI.
Pendampingan penyusunan KTI tidak cukup hanya satu kali, tapi butuh dilakukan secara berkelanjutan karena pengalaman di lapangan menunjukkan banyak kegiatan seminar PKT tapi kurang berdampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan PTK karena hanya dilakukan satu kali saja. Peserta duduk, mendengarkan penjelasan narasumber, lalu pulang. Setelah itu, tindaklanjutnya tidak jelas. Pemerintah juga telah memberikan blockgrant kepada KKG/MGMP dimana salah satu programnya adalah penyusunan KTI dengan tujuan agar guru-guru mampu menyusun KTI.
Mengapa KTI Ditolak?
Sebuah karya Tulis Ilmiah (KTI) khususnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan jenis KTI yang paling banyak diajukan guru adalah PTK. Dalam kenyataannya, banyak sekali yang ditolak karena dinilai tidak memenuhi syarat. Sebuah PTK harus memenuhi kriteria APIK. APIK adalah singkatan dari Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten. Gambaran tentang PTK yang memenuhi kriteria APIK dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Gambaran di atas dapat menjadi patokan bagi guru dalam menyusun KTI khususnya PTK yang memenuhi kriteria APIK. Dalam teknis pelaksanaannya, mungkin guru menghadapi kendala. Oleh karena itu, bisa berdiskusi dengan sesama guru lebih paham atau menghubungi pakar dari PT, LPMP, atau lembaga lain yang kredibel. Dengan menyusun KTI yang sesuai dengan etika profesi, diharapkan guru dapat naik pangkat secara bermartabat.
sumber :www.lpmpjabar

Rabu, 12 November 2014

SDN 21 Taluak Banuhampu Kab. Agam Raih Prestasi di Tingkat Nasional

Lubukbasung --- Kabupaten Agam kembali raih prestasi di tingkat nasional, kali ini ditorehkan oleh SDN 21 Taluak Kecamatan Banuhampu yakni juara III Tingkat Nasional Lomba Budaya Mutu Intrakurikuler SD "Kategori SD Negeri" yang diselenggarakan di Surabaya tgl 10-13 Nobember 2014. Atas prestasi ini ucapan selamatpun bertubi-tubi kepada kepala sekolah dan majelis guru SDN 21 Taluak yang telah memberikan yang terbaik buat Kabupaten Agam di tingkat nasional.
# ajp
sumber fhoto : uwan arnel

Selasa, 11 November 2014

Dua SD utusan Agam Wakili Sumatera Barat di Tingkat Nasional

Lubukbasung --- Setelah tim penilai sekolah dasar bersih dan sehat (SDBS) dari pusat melihat langsung ke SDN 63 Surabayo Kecamatan Lubukbasung dan SDN 21 Taluak Kecamatan Banuhampu pada (16/10)  selaku sekolah yang terpilih nominasi SDBS yang mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional. Dua sekolah utusan dari Agam tersebut besok (12/11) kepala sekolahnya akan mempresentasikan terkait penilaian di hadapan tim penilai di Hotel Garden Palace Surabaya. Tiga sekolah yang mewakili Sumatera Barat lainnya yakni SDN percontohan Kota Padang, SD Islam Raudhatul Jannah Kota Payakumbuh dan SDN Tanah Lapang Kota Sawahlunto juga sama-sama melakukan presentasi di hadapan tim penilai.
Maimon Hidayat, S.Pd selaku guru pendamping kepala SDN 63 Surabayo melalui akun facebooknya mengatakan "Mohon doa dan dukungan agar SD nya dapat mengharumkan nama Agam dikancah nasional". # ajp