menu

like

Minggu, 29 April 2018

Drs. M. Mustapa Kamil Terpilih Menjadi Ketua PGRI Kab. Agam

Lubuk Basung- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Agam melaksanakan Konferensi pada Minggu, 29 April 2018 di Lubuk Basung  sehubungan telah habisnya masa jabatan pengurus PGRI Kab. Agam Periode 2012-2017. Dalam Konferensi ini pengurus lama yang diketuai oleh Drs. Isra, M.Pd menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengurus kepada peserta konferensi yang dihadiri 265 orang anggota, perwakilan dari masing-masing cabang.
       Setelah pelaporan pertangung jawaban diterima panitia konferensi langsung menggelar sidang pemilihan pengurus baru periode 2018-2023 yang langsung dipimpin oleh ketua PGRI Provinsi Sumatera Barat Drs. Zainal Akil dan jajarannya.
         Masing-masing cabang yang terdiri 16 cabang mengusulkan 5 nama calon pengurus yang terdiri dari ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, sekretaris dan wakil sekretaris setelah ditetapkan nama calon, peserta konferensi langsung memilih dengan menggunakan kartu suara, suara yang terbanyak itulah nanti yang akan menjadi pengurus.
         Panitia menetapkan suara yang terbanyak untuk calon ketua PGRI Kab. Agam diperoleh oleh Drs. M. Mustapa Kamil yang sebelumnya menjabat Sekretaris PGRI Kab. Agam 2012-2017. Dengan demikian Ketua PGRI Kabupaten Agam Tepilih untuk Periode 2018-2023 yaitu Bapak Drs. M. Mustapa Kamil Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Basung.
*ajp

Jumat, 29 Desember 2017

Rayon 106 UNP Rilis Hasil Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Kouta 2017

Lubuk Basung-- Pada Sabtu dinihari Rayon 106 UNP merilis Hasil Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Kouta 2017 melalui website resmi sertifikasi-guru.unp.ac.id dari pantauan ajp 61 Orang Guru SD di Kabupaten Agam Dinyatakan Lulus Sertifikasi Guru Kouta 2017 dan menunggu penyerahan sertifikat.  Informasi baca di sertifikasi-guru-unp

Jumat, 05 Mei 2017

KEGIATAN KOLEKTIF GURU YANG MENGACU PADA PERMENPAN-RB NO 16 TAHUN 2009

Kegiatan Kolektif Guru (KKG/MGMP)
Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru baik di sekolah/madrasah maupun di luar sekolah/madrasah (seperti KKG/MGMP, KKKS/MKKS, asosiasi profesi guru lainnya) yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

 Kegiatan kolektif guru dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut.
a.     Mengikuti lokakarya atau kegiatan di kelompok/ musyawarah kerja guru.
b.    Mengikuti in house training (< 30 jam) di sekolah/ madrasah untuk penyusunan perangkat kurikulum dan/atau kegiatan pembelajaran berbasis TIK, penilaian, pengembangan media pembelajaran, dan/atau kegiatan lainnya.
c.     Sebagai pembahas atau peserta dalam seminar, koloqium, diskusi panel, atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya.
d.    Mengikuti kegiatan kolektif lainnya yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya.
e.     Merupakan kegiatan wajib setiap guru pada setiap jenjang jabatan sebagaimana telah diatur dalam Rambu-rambu penyelenggara KKG/MGMP. Dalam 1 tahun, guru diwajibkan mengikuti kegiatan KKG/MGMP paling sedikit 12 kali pertemuan untuk membahas paket topik pertemuan dalam penigkatan kompetensi guru yang telah disepakati dalam program kegiatan KKG/MGMP dalam satu tahun paket kegiatan. Setiap 1 (satu) paket kegiatan paling sedikit memerlukan 3 (tiga) kali pertemun. Satu pertemuan minimal 3 (tiga) jam pelajaran @ 60 menit.
f.     Paket kegiatan guru di KKG/MGMP dlm 1 tahun dapat berupa:
1)                 Paket Pengembangan Silabus, RPP, Bahan Ajar perlu minimum 3 kali pertemuan = 0.15
2)                 Paket Pengembangan Instrumen Penilaian perlu minimum 3 kali pertemuan = 0.15
3)                 Paket Pengembangan Model-model Pembelajaran dan Jurnal Belajar perlu minimum 3 kali pertemuan = 0.15
4)                 Paket Pembuatan/Pengembangan Alat Peraga perlu minimum 3 kali pertemuan = 0.15
5)                 Paket Pengembangan Karya Ilmiah Guru (PTK/ Tinjauan Ilmiah/Buku/Modul/Diktat/Kajian Buku/ karya terjemahan/karya seni/karya teknologi) perlu minimal 4 kali pertemuan = 0.15
Keterangan:
·           Untuk mendapatkan AK, setiap paket yang diambil oleh KKG/MGMP atau guru adalah paket minimal dan kelipatannya.
Misalnya, apabila kegiatan KKG/MGMP Kota Bunga dalam 1 tahun merencanakan 4 paket kegiatan angka 1), 2), 3), dan 4) yang memenuhi kriteria minimal 3 kali pertemuan sebagaimana tersebut di atas, maka setiap guru yang aktif akan memperoleh AK sebesar 4 x 0.15 = 0.60. Jika yang diperlukan adalah angka 1) adalah 4 kali pertemuan, maka nilai AK yang diperoleh tetap 0.15. Apabila kebutuhan guru untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari kegiatan di atas lebih besar, maka yang diambil harus 2 paket yang sama, dan konsekuensinya guru akan mendapatkan AK yang lebih besar dari 0.15, yaitu 2 x 0.15 = 0.3.
·      Setiap paket kegiatan yang diikuti oleh setiap guru harus dibuatkan laporannya dan produk kegiatannya. Apabila dalam 1 tahun seorang guru mengambil 4 paket kegiatan, maka ia harus menyiapkan 4 laporan hasil kegiatan KKG/MGMP beserta lampiran hasil/produk kegiatannya dan bukti fisik pendukung.
·      Seorang guru dapat memperoleh angka kredit dari kegiatan KKG/MGMP paling sedikit telah hadir aktif sebanyak 85%.
·      Ketua KKG/MGMP membuat rekap keikutsertaan peserta dalam kegiatan kolektif selama satu tahun, dan sertifikat/surat keterangan ditandatangani oleh kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya atau kepala UPTD atas nama kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atas usulan dari ketua KKG/MGMP.
·      Guru dapat mengikuti kegiatan kolektif guru atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah/madrasah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri.


Angka kredit untuk setiap kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan kolektif guru ditunjukkan pada Tabel 6 berikut..
Tabel 6. Kegiatan Kolektif Guru
Kegiatan
Kode
Angka
Kredit
1 .2.a  Lokakarya atau kegiatan bersama (seperti
kelompok/ musyawarah kerja guru) untuk penyusunan perangkat kurikulum dan atau pembelajaran.
25
0,15
Kegiatan ilmiah, seperti seminar, koloqium, diskusi panel, atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain:
1 .2.b    Sebagai pembahas atau pemakalah
1.2.c    Sebagai peserta
26
27
0,2
0,1
1 .2.d Kegiatan kolektif lainnya yang sesuai
dengan tugas dan kewajiban guru, termasuk in house training (< 30jam)
28
0,1
Keikutsertaan guru dalam kegiatan kolektif guru harus dibuktikan dengan bukti fisik sebagai berikut.
a. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Apabila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/madrasah.
b. Laporan untuk setiap kegiatan yang diikuti dibuat oleh guru yang bersangkutan, disajikan dengan kerangka isi sebagaimana tersebut dalam Lampiran 2.

Minggu, 05 Maret 2017

Perjuangan Pemerintah Kabupaten/Kota Mengangkat Guru Kontrak

Lubuk Basung-- Pemerintah Kabupaten/Kota tentu tidak memikirkan bagaimana kesejahteraan guru PNS saja namun juga memikirkan bagaimana nasib dan kesejahteraan guru sukarela/honorer yang mengabdi belasan tahun dengan gaji rata-rata 150 ribu hingga 300 ribu perbulannya.
Melihat realita tersebut pemerintah kab/kota tidak hanya memikirkan saja namun melakukan langkah-langkah kongkrit dengan mengambil suatu kebijakan. 

Tentu kita memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten yang sudah mengambil suatu kebijakan dalam memperjuangkan nasib-nasib guru sukarela/honorer dengan mengangkat guru sukarela/honorer menjadi guru kontrak yang digaji oleh pemerintah kabupaten melalui APBD. Permasalahanpun tak dapat dihindari ketika penetapan hasil ujian tertulis dan tes wawancara diumumkan dikarenakan tidak seluruh guru sukarela/honorer yang diangkat menjadi guru kontrak.

Berikut berita terkait melalui situs berita online tentang pengangkatan guru honor menjadi guru kontrak dibeberapa Kabupaten di Sumbar.


sumber: hariansinggalang.co.id, www.tabloidbijak.com