Investasi Sumbar jauah panggang dari api membuat Lowongan CPNS menjadi Tunggak Babeleang

Bulan ini musim lowongan CPNS, itu baik.  Yang kurang baik adalah, hanya itu lowongan kerja yang tersedia sekarang.  Investasi di Sumbar jauh panggang dari api, agak ka agak sajo. Janji banyak realisasi tak ada, elok bunyi dari rupa, sementara umur pencari kerja bertambah juga.

Padahal investasi itu penting untuk lapangan kerja.  Apakah oleh perusahaan besar atau kecil bahkan perorangan.Pembaca yang sudah pernah atau sering ke Bali, tentu membawa buah tangan pulang, kaos Joger. “Joger Jelek”, itu industri rumahan pada awalnya, namun kini omsetnya miliran rupiah.  Itulah investasi brilian.  Di Sumbar ada Sipak Tekong, kapiyuak,Sembala Lakon, Tangkelek, Mesin Hujan dan lainnya, menjadi usaha serupa tapi belum sehebat di Bali. 

Kenapa di Bali bisa hebat?
Karena orang banyak berkunjung ke sana.  Makin banyak orang berkunjung, makin banyak mata pencaharian warga terbuka.  Tanyalah ke Walikota Bukittinggi, Ismet Amziz, beliau pasti menjawab, pariwisata menjadi sumber PAD hebat di kota, ekonomi bergairah.  Bukankah kalau banyak tamu datang ke rumah, kalang kabut kita memasak dibuatnya?  Bayangkan jika yang datang itu ratusan ribu orang.

Di Semen Padang , seorang teman yang tak tamat kuliah, tak diterima jadi pegawai di manapun, sudah jadi orang hebat, kerjanya menggalas semen.  Agen semen, dari sepuluh karung sehari, kini sudah bersedan rancak dia.  Masuk ke ruangan saya, lagaknya perlante. “Alhamdulillah, tabukak rasaki wak Pak,” kata dia.  Saya tanya sama dia kenapa ia bisa sukses?  Jawabnya singkat saja.  “Bekerja dengan riang dan tulus.”

Jika saja kita mau sama-sama membangun masa depan Ranah Minang sebagai tempat kita hidup dan mencari nafkah, maka niscaya perekonomian daerah akan menggeliat.
Industri, pariwisata dan pasar tradisional harus dibangun dengan baik.

Semangat itu, harus muncul bukan dari pemimpin saja tapi dari semua orang yang terlibat dan didorong oleh semua warga.
Jika ekonomi telah hidup, industri besar dan kecil hadir di Sumbar, maka generasi muda kita tidak akan berebut mati-matian lagi menjadi PNS.

Sekarang terbuka lowongan PNS, maka saya mendoakan agar yang terbaik yang lulus, tidak ada main belakang, sehingga jatah seseorang untuk jadi PNS benar-benar jatuh ke tangannya.

Tentu saja dari puluhan ribu pelamar, puluhan ribu pula yang tak diterima.
Jika boleh menyarankan, harus dipasang strategi lain, sehingga bisa bekerja atau berwiraswasta sehingga kemudian mendapatkan nafkah yang layak dan bisa menabung.
Jika kita tulus dan serius bekerja, niscaya rezeki terbuka di sana.

Jika yang diimpiakan hidup tenang dan jaminan hari tua, hampir semua perusahaan kini memiliki dana pensiun yang jauh lebih besar dari pensiunan PNS.
Jika bekerja sendiri, bisa diskenariokan sendiri.
Hidup tenang di hari tua bisa dirancang dari sekarang.

Selamat berebut kursi PNS, semoga sukses.
oleh: Desri Ayunda —
(harian singgalang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 KEGIATAN UKS DI SD/MI

7 Pilihan Lagu Wajib untuk ujian praktek SBK Kelas IV